diskusi budaya
Meski bertepatan dengan hari pertama ujian semester genap, tidak menghalangi kawan-kawan Aqidah Filsafat mengadakan acara diskusi budaya dan bedah buku. Diskusi budaya yang bertajuk “Dialektika Seni dan Indonesia” itu diselengarakan pada 26 Mei 2008, sebagai diskusi yang berangkat dari buku terbaru Radhar Panca Dahana, “Dalam Sebotol Coklat Cair.”
Buku itu berisi kumpulan esai Radhar yang ditulis untuk melukiskan posisi seni di tengah kancah kehidupan manusia Indonesia. Hadir menyampaikan ulasannya, Radhar Panca Dahana sendiri, seorang networker budaya kawakan Halim HD dan pemerhati budaya Hairus Salim. Acara itu cukup menarik perhatian banyak kalangan, selain mahasiswa Aqidah Filsafat, seperti praktisi-praktisi kebudayaan, mahasiswa kajian humaniora dan kebudayaan, penyair-penulis muda dan sebagainya.
Bertempat di gedung Student Center lantai I, tepat pukul 15.00 acara itu dibuka dengan pembacaan puisi oleh beberapa penyair muda dari Rumah Puitika dan Sanggar Jepit Jogja. Bertindak selaku moderator dalam diskusi itu, Faiz Fahruddin dari jurusan Aqidah Filsafat. Acara ini terselenggara berkat kerjasama beberapa lembaga, diantaranya BEM-J Aqidah dan Filsafat, BEM-J TAfsir-Hadis, Komunitas KosongEnam, Komunitas Pendopo LKiS, Laboratorium Budaya dan Religi (LABEL) dan ARTi Bumi Intaran.
Dalam diskusi itu, Radhar menyampaikan kegelisahannya bahwa saat ini dunia seni tidak bisa tidak harus mengacu pada isu-isu. Hidup matinya dunia seni di Indonesia tergantung pada sejauhmana ia bisa menawarkan refleksi estetisnya tentang pengalaman-pengalaman yang bukan miliknya sendiri, melainkan pihak lain. Ini artinya, dunia seni hanya memiliki pijakan eksistensi dari hasil komodifikasi pihak lain, seperti dunia modal dan politik, terhadapnya.
Diharapkan dari acara ini adanya kesalingterkaitan antara filsafat dan seni, untuk mewujudkan dunia pemikiran sebagai seni kehidupan dan terwadahinya nuansa estetis dalam pemikiran filosofis, demi transformasi kebudayaan yang integral, tidak fragmentaris dan manusiawi.[rif]

Tinggalkan Balasan